Koleksi PCB Jadul Pemancar 80m


Posting kali ini saya tulis atas permintaan dari seorang teman baru, mas Wahyu yang merupakan seorang blogger peng-hobby elektronika/ radio juga, dengan blog nya di alamat http://one-cwk.blogspot.com





Tema tulisan ini merupakan "kisah tentang" koleksi PCB jadul rangkaian pemancar/ VFO untuk 80 meteran buatan Ronica maupun Saturn yang saya miliki. PCB-PCB ini saya dapatkan dalam kurun waktu yang berbeda, yang tertua saya beli di tahun 90an (lupa persisnya).
Saat ini sudah jarang PCB-PCB seperti ini bisa ditemukan di toko Elektronika. Semoga postingan ini bisa mengobati kerinduan para perakit hobbyist yang pernah memilikinya/ melihatnya di waktu silam.


PCB VFO Ronica SC-229





Saya mendapatkan nya belum lama, yakni pada tahun ini juga (2012) di sebuah toko komponen lama di kota Salatiga. Awalnya ketika sedang lihat-lihat bundel map kumpulan Skema/ PCB di toko tersebut saya menemukan skema ini. Ketika saya hendak membelinya si penjual bilang sudah habis. Saya coba meminta lembar skema tersebut, apakah boleh buat saya jika toh barang nya sudah tidak ada lagi kan tidak perlu dipajang disini, begitu pikir saya.
Tante yang menunggu toko tersebut keberatan dengan alasan seringkali barangnya ada namun hanya terselip. Jadi lembar skema dalam map itu masih dibutuhkan (sebagaimana fungsi etalase). Namun saya diijinkan untuk meminjam lembar skema tersebut untuk saya fotocopy.
Ketika saya bermaksud mengembalikannya -setelah dicopy- si Tante memberitahu bahwa dia menemukan sisa 1 stok. Ya sudah saya langsung ambil saja, meskipun plastik pembungkusnya sudah terbuka (hanya di plester) dan tanpa skema. Saya menduga pcb ini sebenarnya bukan barang yang dijual, melainkan salah satu sample yang dulu nya dibuka untuk diambil lembar skemanya untuk dicantumkan pada bundel map "etalase". Pada plastik pembungkusnya tertera label stiker bertulis tangan Rp.750,- tapi si Tante bilang harga nya Rp.1000,- ya tak apa lah, saya ambil meski tanpa skema sekalipun. Toh saya sudah punya salinannya.




Skema hasil fotocopy nya terlalu gelap untuk ditampilkan disini, sehingga saya gambar ulang dengan program Express PCB.
Kondisi PCB utuh, belum saya pakai hingga saat saya saya menulis blog ini.


PCB Pemancar 80m Band , Ronica SC-215

PCB ini saya peroleh beberapa pcs. Jika Anda berminat memilikinya coba sms saya, barangkali masih tersisa stok-nya.


PCB Pemancar 80m Band Jangkauan Jauh, Ronica SC-216





PCB ini saya beli di salah satu toko elektronika jalan Mataram, Semarang sekitar tahun 2005.
Image hasil scan PCB maupun skema koleksi saya ini sepertinya cukup populer beredar di internet semenjak saya mempostingnya pertama kali di blog komunitas MobineSSia (http://mobinessia.blogspot.com/2011/06/pemancar-sw-80-m.html) dan mempublikasinya pada Komunitas Hobby Elektronika (http://elektronika.web.id/)




Kondisi PCB utuh, belum saya pakai hingga saat saya saya menulis blog ini.


PCB X'TAL 80m Band Transmitter, Saturn S-021




Ini merupakan PCB yang paling tua yang pernah saya beli diantara ketiga PCB dalam tulisan ini.
Saya mendapatkannya dari sebuah toko Elektronika di Blok-M, Jakarta. Saat ini barangkali sudah tidak ada lagi toko komponen elektronika di kawasan ini. Pada saat membeli nya di tahun 90an (lupa persisnya) toko tersebut pun sudah lebih banyak menjual barang elektronika jadi ketimbang komponen. Area komponen terletak memojok di bagian belakang, tergusur oleh produk-produk jadi seperti Radio, Televisi di bagian depan. Terakhir saya amati pada sekitar tahun 2000an di lantai dua toko ini, mereka menjual peripheral komputer, CD Software bajakan, serta menerima servis perbaikan komputer (jasa install WIndows dan sebagainya).


Catatan tambahan: Nama toko di Blok-M tersebut Melawai Elektronik. Ciri khas toko ini pegawai-pegawai yang bekerja mengenakan seragam batik. Terimakasih atas catatannya, mas Wahyu.

Bertahun-tahun PCB ini terselip dalam tas kantor saya pada saat itu, terbawa kemana-mana ..hahaha. Hingga lama-kelamaan lembar skema yang ada hancur dengan sendirinya. Bertahun-tahun kemudian PCB ini tidak bisa saya apa-apakan karena tidak adanya skema -disamping saya tengah memasuki era "melupakan" hobby elektronika.

Sekitar tahun 2005 setelah pindah ke kota kecil Salatiga, ketika hobby elektronika mulai kambuh lagi, saya menemukan skema Saturn S-021 ini pada map bundel di salah satu toko komponen (toko yang berbeda dari toko yang saya ceritakan di atas). Saya pun mem-fotocopy nya dan kemudian membeli komponen-komponen yang dibutuhkan. Sebagian komponen yang tidak saya dapati di Salatiga terpaksa saya cari di Semarang.

Setelah selesai merakit ternyata saya gagal. Pesawat tidak mengeluarkan sinyal apa-apa di penerima SW saya. Sebagai orang yang tidak berlatar belakang teknik elektro saya tidak tahu apa penyebab kegagalannya.
Kegagalan ini yang menyebabkan saya melirik ke pemancar FM (3 meteran) hingga beberapa tahun kemudian. Lagi-lagi PCB (dan rangkaian diatasnya) saya tinggalkan.


Hasil rakitan pada PCB S-021 yang gagal bekerja. Trafo modulasi nya pun asal pakai yang ada saja.
Tahun 2012 setelah sedikit demi sedikit belajar dengan mengikuti milist, forum, hingga Facebook Group yang membahas 80 meteran; saya mulai percaya diri untuk kembali membenahi S-021 ini.
Langkah awalnya saya lepas semua komponen yang ada, dan kemudian memeriksa satu persatu komponen tersebut. Ternyata masalah nya sepele saja, dua RFC 2,5 mH yang ukuran 100 mA ternyata sudah putus di dalam..hehehe. Ya pantas saja bagian oscillator nya tidak mau bekerja karena tidak mendapat setrum samasekali. Saya menyusun kembali S-021 pada PCB Manhattan Style buatan sendiri. Untuk RFC-RFC yang putus saya ganti saja dengan RFC yang saya ambil dari lampu hemat energi. Dan akhirnya rangkaian ini pun bisa bekerja. Saya mendapati sinyalnya pada frekwensi yang sesuai dengan kristal yang dipergunakan, yakni 3.5 MHz di radio penerima SW.
Namun demikian hingga kini saya belum pergunakan pesawat ini sepenuhnya, karena saya belum berhasil mendapatkan trafo modulasi yang semestinya.
Perakitan kembali S-021 tersebut akan saya tulis ke dalam blog tersendiri di lain waktu.
Dan lagi-lagi PCB S-021 ini terbengkalai kembali setelah sekian tahun menemani saya :)



Kondisi PCB sudah putus dibeberapa jalur, namun akan tetap saya simpan sebagaimana barang koleksi lain yang mengandung kisah panjang di dalamnya.


---oOo---
Catatan tambahan:
Masih ada satu jenis PCB pemancar 80m buatan Saturn yang belum saya miliki, yakni type S-020. Fotonya saya lihat dimiliki oleh blogger Sinyal Radio di http://sinyal-radio.blogspot.com/2011/08/pemancar-80m-band.html

Tambahan 12 Sep 2013:
 Saya dapat PCB yang sama dengan Saturn S-021, buatan  Bravo dengan type HFP-45. Jika ada yang berminat untuk mengkoleksi dapat menghubungi melalui sms saya.



49 komentar:

  1. Saya lagi ngerakit yang SATURN S-021 ini,mas. Saya juga masih punya 4 PCB lengkap dengan kertas skemanya. Satu sudah jadi,tinggal di test. Untuk trafo OT191 saya beli di glodok baru aja. Harganya Rp 15.000....sekedar buat kangen-kangenan ama 80m band. Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngomong2 apa nama toko tempat dpt OT191 nya ya?

      Hapus
    2. Sorry baru bisa mampir lagi. :) Nama tokonya SONY mas. Tapi sekarang gak tau kemana? Soalnya Glodok lagi renovasi.

      Hapus
  2. Wah.. PCB2 jadul gini msh ada yg jual di harco ya?
    Semoga sukses dgn perakitannya.

    BalasHapus
  3. Kalo ga salah 190 bukan OT tapi IT Kalo OT 240 yg penting bagian oscilator bekerja kalo belum bekerja bisa liat osc di agustomank.wordpress.com ditunggu on airnya aku dari jakbar

    BalasHapus
  4. Awalnya saya juga sepikiran dgn mas Agus, karena selama ini saya hanya tahu nya IT191 yg warna biru seperti yg saya pakai dlm salah satu gambar diatas. Tapi baru2 ini dari grup page fb Komunitas Pecinta Radio bodol 80m, saya baru tahu kalau memang ada OT191. Ukurannya lebih besar dari IT191, dan warna pembungkusnya kuning.
    Terimakasih sudah mampir mas Agus. Iya saya tahu mas Agus Tomang dari Jak-bar. Situs mas udah sangat kondang koq di google dgn kata kunci "pemancar 80 meter" :)
    Soal tukar-menukar link sabar aja ya mas, msh lg sibuk proyek2 programming nih.

    BalasHapus
  5. pak, kalau mau merakit OT.
    pake aja trafo 1A yg sdh hangus atau terbakar atau rusak.lilit bagian primerna yg terhubung dari positif ke kolector TR. sebanyak kira2 100 lilit. email 0.5 dan skundernya 70 lilit email 0.5 yg ke ampli. atau kalau pake trafo 5A ,primer email 0.6 sebyk 200 lilit. dan utk sekunder yg ke ampli 0.8mm sebyk 80 lilit dibuat tap 100 lilit. dan 150 lilit. thank's.

    BalasHapus
  6. Terimakasih informasi nya yg berguna ini.

    BalasHapus
  7. Nostalgia, ketika masuk STM th 1989 saya pernah coba, satu lagi yang sudah pake VFO kalau varconya diputar bunyi gluduk-gluduk di radio harmoniknya banyak. visit my blog pemancarradiolawas.blospot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip mas Zadir. Ngomong2 situs blog nya koq gak bisa dibuka ya?

      Hapus
  8. Salam kenal mas, ane juga alumnus am 80m sekitar th 1985. Merakit Tx transistor saya pernah gagal sehingga saya rakit Tx tabung 12GB7 tanpa trafo power supply. Jadi musti hati hati karena sasisnya nyetrum. He he

    BalasHapus
    Balasan
    1. lam kenal juga mas.. sebenarnya jauh sebelum percobaan2 dlm tulisan ini saya jg pernah sekali rakit TX tabung juga.. pakai 6V6 ..sayang pesawatnya dibawa temen waktu kuliah. Jadi tdk bisa dibuat tulisan.

      Hapus
  9. gan.. ada PCB yang mau di jual g ni?? cz sekarang nyari PCB pemancar radio susah bgt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti2 kalau saya temukan lagi PCB tsb di daerah saya.. akan saya hubungi lg Anda :)

      Hapus
    2. Saya punya nya Bravo HFP45 seperti gambar di bagian akhir blog. Kalau minat silakan sms saya.

      Hapus
    3. Selain itu saya jg dpt beberapa Saturn S-020 yg fotonya belum saya upload ( spt yg ada dlm blog ini http://sinyal-radio.blogspot.com/2011/08/pemancar-80m-band.html ). Jika ada yg berminat silakan sms saya. Hanya ada beberapa lembar, dpt dr toko elektronika tua di Jateng.

      Hapus
  10. Terkenang kembali kala itu sy masih stm kelas 1...coba ngerakit radio angin ini....tidak kenal hujan petir di temani sahabat sy ...pasng antene di atas pohon kelapa demi hoby...lam kenal semua

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, terimakasih sudah mampir di blog yg sederhana ini :)

      Hapus
  11. Salam sejahtera GAN,..dari thn 89 sy uda mengudara,cuma saat itu sy hanya bermodalkan Transistor 747 tp lumayan utk p jawa dan sekitarnya nyampe,..namun hobby ini hilang seiring berkembangnya tekhnologi Handphone dll,tp sekarang hobby saya kembali bergejolak utk kembali bermain solder dll,..utk itu saya mohon informasi ttg PCB2 tersebut di atas dan bagaimana mendapatkannya,..karena jujur dulu kita hanya bermodalan Terminal2,tp sy rasa dengan sistim PCB akan sangat memudahkan kita dlm proses perakita,..oke Gan terima kasih atas semuanya dan saya akan selalu menunggu infonya,..salam ""sekali di udara tetap di udara,...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip.. sip.. gimana kalo Anda buat aja duplikasi PCB2 jadul diatas.. lalu sama2 kita tawarkan pd rekan2 lain di sini :)

      Hapus
  12. saya butuh rfc 100ma ada yg punya ga ya..
    klu ada sms ke 02191133701

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika ada RFC yg berukuran besar, semisal 200 mA, bisa tetap digunakan mas utk menggantikan yg 100 mA.

      Hapus
  13. Lihat gambar gambar diatas jadi ingat bau solder karena hampir semua pcb diatas udah pernah beli dan rakit rasa kangen muncul bongkar gudang...hampir semua udah karat...Nostalgia pensiunan,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bau solder panas & songka / gondorukem memang khas & ngangenin :)

      Hapus
  14. Aku kangen bau kulit ujung jari yang terbakar kena tank koil & stator Varco besi ditingkat akhir yang ke antene

    BalasHapus
  15. pesan dong pcb nya pengen nostalgia nih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya punya nya Bravo HFP45 seperti gambar di bagian akhir blog. Kalau minat silakan sms saya.

      Hapus
  16. saya pingin ngebrik lagi nih om,tapi yang susah bikin antenaya yg 20m x 2 ada solusinya ga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba baca2 artikel2 di alamat berikut ini:
      http://www.dxzone.com/dx27371/short-vertical-antenna-for-80-meters.html
      http://www.billingpros.com/HamStuff/80_meter_antenna.htm

      Hapus
  17. mas, vc 1 pd pemancar am 80 bang sc-216 bisa nggak kalo diganti dng vc plastik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mas, usahakan varco plastik jadul yg besar fisik nya dgn ukuran 500pF ke atas.

      Hapus
  18. mas mau tanya saya dulu buat osci 2n2222 buffer 2n3055 final 2sd68 apakah bisa dibuatkan skemanya kangen .....................mau ngebrik lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah belum pernah melihat skema yg menggunakan power transistor 2n3055 digunakan utk RF. Wah Informasi yg menarik nih, terimakasih mas.

      Hapus
  19. tolong saya kesasar disini.. :D sampe tua gini blum pernah bikin pemancar 80 an... tapi kenangan rakit merakit tak kan terlupakan.. kadang kecanduan lagi pengen nyolder pcb cetakan semacam ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tolong antar kemana nih biar gak kesasar? :D

      Hapus
  20. yang bagian osilator aja ,, ada ta mas ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg bagian osilator yaitu PCB VFO Ronica SC-229 bisa dilihat (dan dicontek) dari artikel. Saya punya hanya satu, utk koleksi.

      Hapus
  21. haduh teringat 35 thn yang lalu

    BalasHapus
  22. memangx sekarang masih ada ya mas,yang main di 80an??low msh rame ,ane jg pengen bikin nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah sekitar 1 tahun terakhir ini tampaknya 80 meteran bangkit lagi. Jika Anda punya radio penerima SW yg cukup baik, coba monitor mulai sore hingga malam hari. Jika belum punya silakan membeli dari saya :) #promosiiii

      Hapus
  23. mas Rio Apa bedanya RX sama TX ? maklum baru belajar di RF

    BalasHapus
  24. RX artinya Receiver/ radio penerima, TX artinya Transmitter/ radio pemancar. Saya juga boleh dibilang masih pemula dlm bidang elektronika, maka nya tulisan2 saya sederhana2 saja bukan :)

    BalasHapus
  25. Mas Rio, terimakasih atas transistornya (C 1226 ). Salam persahatan untuk Mas Rio sekeluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 pak guru, terimakasih sudah mampir di gubuk saya :)

      Hapus
  26. aku juga sangat kangen tuh inget waktu kerja di karawang sering ngebrik pakai pemancar

    BalasHapus
  27. Sy pernah eksperimen sempat gaga. Di coba terus. kuncinya hanya satu sempurnakan dulu oscilatornya. Akhirnya mengudara. Jaman sekarang g ada lagi yg make. Ga mau on air. Sdah pada online

    BalasHapus